KIAT SUKSES MENULIS ARTIKEL ILMIAH BEBAS PLAGIASI BERTEMA KEPERAWATAN
Diyan Dwi Retno Sari
STr. Keperawatan lawang
diyandwiretnosari@gmail.com
Kegiatan di bidang akademik biasnya berhubungan erat dengan kegiatan plagiarism. Plagiarism merupakan sesuatu kegitan kriminal di bidang akademik yang meliputi pengakuan karya atau ide dari orang lain sebagai miliknya tanpa adanya pencantuman nama dalam suatu karya orang tersebut. Kegiatan plagiarism ini sering kali di temui pada kalangan mahasiswa yang cenderung berkutat dengan tugas perkuliahan yang mengharuskan mereka membuat laporan ilmiah ataupun makalah dengan waktu singkat. Hal ini sering mengakibatkan para mahasiswa mencari jalan alternative yang lebih memudahkan mereka dalam melaksanakan tugas perkuliahan seperti contohnya mencopy suatu makalah yang teah mereka dapat melaui internet tanpa mencantumkan nama penulis dalam dafter rujukan yang mereka buat.
Menurut Zalnur (2012:55) plagiarisme di bagi menjadi 2 yaitu: (1) perkembangan teknologi informasi dan (2) tingginya intensitas tugas perkuliahan sedangkan alokasi waktu yang tersedia sangat terbatas. Maka dari itu diperlukan penyuluhan kepada para mahasiswa untuk pemberian informasi yang benar dalam penulisan laporan iliah dalam penugasan di dalam kamus.
Cara yang dapat di lakukan untuk menanggulangi plagiarism:
- Mencari sumber yang terpercaya hindari pada blog yang menggunakan kata Admin sebagai nama pengguna.
- Cari artikel pada sumber terpercaya, seperti researchgate, DOAJ, google scholar, ataupun pada garuda ristekdikti.
- Tulis nama pengarang pada kalimat yang telah di kutip.
- Tulislah alamat web/buku yang telah di rujuk pada daftar rujukan.
- Tulis tanggal pengutipan pada artikel yang telah di kutip.
- Tulis tahun pengarang yang telah di kutip
Bisa juga kita lakukan pengutipan pada artikel yang akan kita gunakan untuk pemenuhan tugas yang kita kerjakan. Dengan cara mengutip secara langsung ataupun tidak langsung. Widyartono (2015) kutipan langsung merupakan tindakan menyalin kalimat asli penulis secara langsung , sedangkan kutipan tidak langsung adalah tindakan menyalin ide dari penulis pertama dengan enskripsi bahasa yang berbeda menurut pengutip.
Dalam menulis kutipan langsung di sarankan tidak memasukkan lebih dari 40 kata dalam karya ilmiah yang di buat. Sedangkan untuk membuat kutipan tidak langsung kita hanya perlu mengubah kalimat asli dengan menggunakan kalimat pribadi.
Format dalam penulisan kutipan langsung menurut Widyartono (2015: 19) mencantumkan nama belakang peulis dalam tanda kurung yang di beri pemisah titik dua tanpa spasi dengan urutan tahun kemudian halaman, sebagai contoh : Widiyanti (2016:20).
Sedangkan format dalam penulisan kalimat tidk langsung hanya sederhana seperti menyalin ide dari penulis dan merangkainya dengan kalimat sendiri tanpa melupakan pencantuman nama dari pemilik ide yang telah di kutip.
Setelah melakukan cara-cara di atas kita hanya tinggal melakukan pengecekan artikel/karya ilmiah dengan menggunakan 3 metode sebagai berikut:
- Perbandingan Teks Lengkap
- Dokumen Fingerprinting
- Keamaan Kata Kunci
(Kurniawati dan Wicaksana, 2008). Ataupun dngan menggunakan situs terpercaya yang ada di internet seperti pada smallseotools.com/plagiarism-checker.
Pengenalan penulisan daftar rujukan dan cara pengecekan in bertujuan untuk melindungi nama baik kita sebagai mahasiiswa agar terhindar dari sanksi seperti pemberhentian status mahasiswa atau bahkan pembatalan ijazah pada mahasiswa yang tekah luus dari suatu intitusi . Wibowo (2012) menyatakan bahwa sudah di berlakukan sanksi hukum kepada pelaku plagiarism yang telah di umumkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Nomor 17 tahun 2010 dan Keputusan Rektor UI Nomor: 208/SK/R/UI/2009.
Daftar Rujukan
- Zalnur Muhammad, 2012, Plagiarisme di Kalangan Mahasiswa dalam Membuat Tugas-tugas Perkuliahan pada Fakultas Tarbiyah IAIN Imam Bonjol Padang, halaman:55. Diakses tanggal 7 Oktober 2018
- Widyartono Didin, 2015, Model Pembelajaran Menulis Kutipan Berbasis Blended Learning, halaman:2. Diakses tanggal 7 Oktober 2018
- Widyartono Didin, 2015, Panduan Menulis Karya Ilmiah di Perguruan Tinggi, Malang, Universitas Negeri Malang.
- Wibowo Andik, 2012, Mencegah dan Menanggulangi Plagiarisme di Dunia Pendidikan, halaman:200. Diakses tanggal 7 Oktober 2018
- Kurniawati A., Wayan I.W.S, 2008, Perbandingan Pendekantan Deteksi Plagiarism Dokumen Dalam Bahasa Inggris, halaman:286. Diakses tanggal 7 Oktober 2018
Komentar
Posting Komentar